Nasi Gurih Pak Rasyid, Kuliner Legendaris Banda Aceh yang Memikat

Shop

Ketika fajar baru saja merekah, dan langit masih diselimuti rona kehitaman, Warung Nasi Gurih Pak Rasyid sudah diserbu oleh para penikmat setianya. Di seberang Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, antrean mulai terlihat, meskipun jalanan masih lengang. Bahkan sebelum matahari sepenuhnya terbit, aroma khas nasi gurih yang dimasak dengan santan sudah tercium dari kejauhan, membuat siapa pun yang melintas tergoda untuk mampir.

Warung sederhana ini memang dikenal tak pernah sepi, terutama setelah waktu salat subuh. Banyak jamaah Masjid Raya yang langsung menuju ke warung ini untuk menikmati sarapan khas Aceh yang melegenda. Nasi gurih Pak Rasyid diracik dengan bahan-bahan lokal seperti beras yang dimasak menggunakan santan, daun jeruk, dan daun salam, menciptakan aroma yang menggugah selera. Tampilan nasi ini sekilas mirip dengan nasi uduk khas Jakarta atau nasi lemak dari Malaysia, namun dengan cita rasa yang berbeda.

Di antara para pelayan yang sibuk hilir-mudik, Hafaz, menantu almarhum Pak Rasyid, terlihat mengatur pesanan. Dialah yang kini meneruskan usaha keluarga bersama istri dan timnya. Menunya beragam, mulai dari ikan goreng sambal merah, dendeng sapi khas Aceh, gulai ayam, paru goreng, hingga aneka lauk lainnya. Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, membuat siapa pun bisa menikmati sajian istimewa ini tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

Satu porsi nasi gurih yang kami pesan datang dengan ikan sambal dan dendeng sapi, disajikan dengan taburan bawang goreng, tauco, serundeng, dan kerupuk. Rasanya? Sungguh menggoda. Setiap suapan menawarkan sensasi gurih yang kaya, bercampur dengan pedas manis sambal yang menyegarkan. Dendeng sapi yang manis dan sedikit pedas menjadi pelengkap sempurna.

Selain itu, Maria, generasi ketiga dari keluarga Pak Rasyid, turut menyambut para pelanggan. Ia bercerita bahwa bisnis ini dirintis oleh kakeknya sejak 1968. Usaha ini kemudian dilanjutkan oleh ayahnya, almarhum Rasyid, pada tahun 1973.

Setelah tsunami Aceh 2004 yang menelan banyak korban, termasuk sebagian anggota keluarga mereka, Maria bersama adik-adiknya meneruskan bisnis ini dengan penuh dedikasi. Kini, Warung Nasi Gurih Pak Rasyid tidak hanya memiliki satu tempat, tetapi sudah berkembang dengan tiga cabang lainnya di Banda Aceh, yaitu di Tower Coffee, SYR Coffee hingga Blackjack Coffee telah menjadi mitra distribusi nasi gurih ini.

 

Setiap hari, sekitar 300 porsi nasi terjual, setara dengan 45 bambu beras lebih. Dengan pelayanan cepat dan ramah, Maria menyatakan bahwa mereka selalu menjaga kualitas serta kecepatan dalam melayani pembeli, sesuatu yang menjadi kunci bertahannya usaha ini selama lebih dari lima dekade.

Bagi Anda yang mencari kuliner khas Aceh yang autentik, Warung Nasi Pak Rasyid adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Tak hanya menyajikan kenikmatan rasa, tetapi juga menjadi saksi bisu sejarah panjang sebuah keluarga yang bertahan di tengah berbagai tantangan. Pastikan untuk datang lebih awal, karena di akhir pekan, nasi gurih ini sering kali habis sebelum jam tutup.

Sudah siap menikmati pagi dengan nasi gurih legendaris ini? Kunjungi Warung Nasi Pak Rasyid di Banda Aceh dan rasakan sendiri kelezatannya! Jangan lupa, Anda juga bisa mencicipi hidangan ini di beberapa cabangnya di sekitar Banda Aceh!