"Jasmerah," singkatan dari "Jangan sekali-kali melupakan sejarah," adalah pesan mendalam yang dipopulerkan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Kata-kata ini seharusnya menjadi semboyan abadi yang mengingatkan kita bahwa tanpa perjuangan dan pengorbanan para pendahulu, kita tak akan memiliki identitas atau kebanggaan sebagai bangsa. Namun, dalam kenyataannya, begitu banyak dari kita yang mulai abai dan lupa terhadap peninggalan sejarah yang justru menjadi penanda jati diri kita. Salah satunya adalah keberadaan Rumoh Adat Aceh.

Banda Aceh, sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, menyimpan banyak peninggalan sejarah yang sarat makna filosofis. Salah satu peninggalan tersebut adalah rumah adat Aceh yang berada di kompleks Museum Aceh. Rumah tradisional yang dikenal dengan sebutan Rumoh Aceh ini memiliki ciri khas unik dan mengandung nilai-nilai budaya, spiritual, dan lingkungan.

Untuk bisa masuk ke dalam Rumah Aceh, pengunjung harus membeli tiket seharga Rp.10.000, terlebih dulu. Tiket ini juga bisa dipakai untuk mengakses museum sejarah, perpustakaan serta galeri seni.


Di setiap gedung, juga disediakan tour guide yang siap menjelaskan panjang lebar tentang isi di dalamnya. Namun untuk hal ini, pengunjung harus request terlebih dahulu.

Saat akan masuk ke dalam Rumoh Aceh, kita akan menemukan sebuah guci di depan pintu. Guci ini disediakan untuk mencuci kaki, sebagai simbol pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian sebelum memasuki rumah. Pintu rumah yang didesain rendah juga mengandung filosofi, yaitu mengharuskan tamu untuk sedikit menunduk sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah. Ini mengajarkan bahwa sebagai tamu, kita harus tahu diri dan tidak boleh bertindak sembarangan saat berkunjung ke rumah orang.

Secara arsitektural, Rumoh Aceh merupakan rumah panggung dengan tiang-tiang penyangga yang kokoh, biasanya terbuat dari kayu ulin atau kayu besi yang terkenal kuat dan tahan lama. Tiang-tiang ini bukan sekadar penopang, melainkan juga simbol kedekatan dengan Sang Pencipta. Ketinggian rumah panggung mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dan Tuhan, seolah-olah mendekatkan diri kepada-Nya.


Bagian dalam Rumoh Aceh juga dirancang dengan sangat fungsional, setiap sekat mempunyai fungsi dan makna tersendiri:

- Seuramoe Keue (Ruang Depan): Digunakan untuk menerima tamu dan melaksanakan upacara adat, ruang ini mencerminkan nilai keterbukaan, keramahan, dan penghormatan terhadap tamu.

- Seuramoe Teungoh (Ruang Tengah): Biasanya digunakan untuk berkumpul dengan keluarga, ruangan ini mencerminkan nilai kebersamaan dan kehangatan keluarga.

- Seuramoe Likot (Ruang Belakang): Digunakan sebagai tempat tidur dan penyimpanan, ruangan ini mencerminkan pentingnya privasi dan fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Tiang Utama atau Tameh di dalam Rumoh Aceh melambangkan Sumbu Kehidupan. Tameh dianggap sebagai poros yang menghubungkan langit dan bumi, melambangkan kekuatan, stabilitas, dan pusat kehidupan rumah. Dinding Rumoh Aceh biasanya terbuat dari papan kayu yang disusun rapat, sementara atapnya terbuat dari daun rumbia atau ilalang yang dianyam dengan teknik tradisional. Penggunaan bahan-bahan alami ini tidak hanya mencerminkan keharmonisan dengan alam, tetapi juga menunjukkan kepedulian masyarakat Aceh terhadap lingkungan.


Atap rumah yang menjulang ke atas melambangkan doa dan harapan yang dipanjatkan kepada Tuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan keluarga. Secara keseluruhan, Rumoh Aceh bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi juga representasi dari nilai-nilai kehidupan, spiritualitas, dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam serta lingkungan sosialnya. Arsitektur ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia fisik dan spiritual, serta nilai-nilai kebersamaan dan keberlanjutan.

Mengenal dan memahami Rumoh Aceh akan memberikan kita wawasan yang lebih dalam tentang kekayaan budaya dan warisan leluhur Aceh. Maka dari itu, akan lebih berkesan jika Anda mengunjungi langsung rumah adat ini dan Anda akan tertegun dengan keindahan arsitekturnya.


Fasilitas

Operasional

  • Senin 09:00 - 16:15
  • Selasa 09:00 - 04:15
  • Rabu 09:00 - 04:15
  • Kamis 09:00 - 04:15
  • Jumat Tutup
  • Sabtu 09:00 - 04:15
  • Minggu 09:00 - 04:15