Ija Kroeng, Kain Sarung Tradisional Aceh yang Menembus Pasar Dunia

Artikel

Selama 14 tahun, Khairul Fajri dengan tekun merintis usaha pembuatan kain sarung tradisional Aceh yang kini dikenal dengan merek Ija Kroeng. Berawal dari kecintaannya terhadap budaya lokal, Khairul membangun brand yang kini tidak hanya dikenal di Aceh, tetapi juga telah mendunia. Produk-produk Ija Kroeng telah berhasil dikirim ke berbagai negara Eropa seperti Belgia, Denmark, Belanda, serta negara-negara di Asia Tenggara.

Khairul memilih nama Ija Kroeng karena memiliki kedekatan yang erat dengan kehidupan masyarakat Aceh. "Tidak ada satu orang pun di Aceh yang tidak tahu apa itu Ija Kroeng. Ini bukan sekadar kain sarung, tetapi bagian dari sejarah dan identitas kita," ungkap Khairul.

Berdasarkan catatan sejarah, Ija Kroeng telah ada sejak masa Kerajaan Aceh Darussalam. Sejarawan Rusdi Sufi dalam bukunya “Pakaian Tradisional di Aceh” (1993), menyebutkan bahwa kawasan Lambhuk di Banda Aceh menjadi salah satu pusat produksi kain ini, di mana kain dibuat dengan alat tenun tradisional yang disebut teupeun. Kain sarung khas ini, bersama dengan kain-kain lain seperti selendang, menjadi simbol keunggulan kerajinan tangan Aceh.

Dari Lokal Menjadi Global

Perjalanan Ija Kroeng dimulai pada tahun 2010 ketika Khairul merancang kain sarung hitam putih yang sederhana. Meski tanpa merek pada awalnya, sambutan dari pasar sangat positif, mendorong Khairul untuk mengembangkan usaha ini. Pada tahun 2015, Ija Kroeng resmi menjadi sebuah brand profesional dengan sistem produksi yang lebih terstruktur.

Produksi dan penjualan Ija Kroeng dilakukan di rumah Khairul yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh. "Kami memiliki satu workshop yang juga berfungsi sebagai galeri mini untuk memamerkan berbagai produk kami," jelasnya.

Saat ini, Ija Kroeng menawarkan berbagai produk seperti kain sarung, celana sarung, baju, syal, dan masih banyak lagi. Kain sarung hitam menjadi favorit di kalangan anak muda, selain celana sarung yang populer karena praktis untuk kegiatan sehari-hari, bukan hanya untuk beribadah.

Dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp285.000 hingga Rp1.730.000, produk Ija Kroeng menyasar pasar lokal dan internasional. "Kami telah mengirim produk ke seluruh Aceh, hampir seluruh provinsi di Indonesia, serta negara-negara seperti Denmark, Belanda, Norwegia, dan Malaysia," tambah Khairul dengan bangga.

Keunggulan Produk Ija Kroeng

Seiring berjalannya waktu, Ija Kroeng terus berinovasi. Salah satu keunggulan produk ini adalah kepraktisannya, karena dapat digunakan dalam berbagai aktivitas, tidak terbatas pada ibadah saja. Khairul berkomitmen untuk terus meningkatkan kreativitas dan kualitas produk agar tetap diminati pasar, baik di dalam maupun luar negeri.

Untuk mendapatkan produk Ija Kroeng, Anda dapat langsung datang ke workshop di Banda Aceh atau memesan secara online melalui WhatsApp di 085320910099 atau Instagram @ijakroeng.